Jumat, 09 Maret 2012

ANALISIS WACANA “WACAN BOCAH KARYA SURTIKANTI” DARI ASPEK LEKSIKAL (KOLOKASI / SANDING KATA )

 ANALISIS WACANA “WACAN BOCAH KARYA SURTIKANTI”
DARI ASPEK LEKSIKAL (KOLOKASI / SANDING KATA )


           A. PENDAHULUAN

Bahasa hidup di dalam masyarakat dan dipakai oleh penuturnya untuk berkomunikasi. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi dalam dan dialami penuturnya. Sebagai makluk sosial, dalam hidup bermasyarakat, manusia tidak akan terlepas dari peristiwa komunikasi. Alat komunikasi yang paling utama adalah bahasa, karena bahasa digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari. Bagi masyarakat tutur Jawa, bahasa Jawa merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengemukakan segala sesuatu yang menjadi buah pikiran dan perasaannya.
Bahasa Jawa mempunyai kaidah pemakaian yang bersifat sistemis. Kaidah atau aturan itu merupakan suatu himpunan patokan yang berdasarkan struktur bahasa yang lebih dikenal dengan istilah tata bahasa. Tata bahasa terbagi dalam lima bagian, yaitu tata bunyi (fonologi), tata kalimat (sintaksis), tata bentuk (morfologi) dan semantik serta wacana. Sama halnya dengan alat komunikasi, wacana juga dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu wacana tulis dan wacana lisan. Yang termasuk wacana lisan bisa berupa ceramah, pidato, khotbah, siaran berita berbahasa Jawa, tembang bahasa Jawa seperti macapat, geguritan, dan karawitan. Wacana tulis dapat berupa surat kabar, majalah, buku-buku teks, koran, naskah kuno dan sebagainya.
Kepaduan wacana selain didukung oleh aspek gramatikal atau kohesi gramatikal juga didukung oleh aspek leksikal atau kohesi leksikal. Kohesi leksikal ialah hubungan antarunsur dalam wacana secara semantic. Dalam hal ini, untuk menghasilkan wacana yang padu pembicara atau penulis dapat menempuhnya dengan cara memilih kata-kata yang sesuai dengan isi kewacanaan yang dimaksud. Hubungan kohesif yang diciptakan atas dasar aspek leksikal, dengan pilihan kata yang serasi, menyatakan hubungan makna atau relasi semantik antara satuan lingual yang satu dengan satuan lingual yang lain dalam wacana.
Kohesi leksikal dalam wacana dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu (1) repetisi (pengulangan), (2) sinonimi (padan kata), (3) kolokasi (sanding kata), (4) hiponimi (hubungan atas bawah), (5) antonimi (lawan kata), dan (6) ekuivalensi (kesepadanan). Dari keenam penanda kohesi leksikal di atas, penelitian ini menekankan pada aspek leksikal kolokasi  (sanding kata) dalam Wacan Bocah dalam 8 edisi yang berbeda yang ditulis oleh Surtikanti yang dimuat dalam Majalah GENTA yang terbit setiap dua minggu.
Kolokasi atau sanding kata adalah asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan kata yang cenderung digunakan secara berdampingan. Kata-kata yang berkolokasi adalah kata-kata yang cenderung dipakai dalam suatu domain atau jaringan tertentu, misalnya dalam jaringan usaha ( pasar ) akan digunakan kata-kata yang berkaitan dengan permasalahan pasar dan partisipan yang berperan di dalam kegiatan tersebut. Kata-kata penjual, pembeli, jual, beli, dagangan, warung, kios, toko, rugi dan laba dipakai dalam jaringan pasar.

B. MENGAPA WACAN BOCAH DIPILIH?

Ada dua alasan mengapa Wacan Bocah terbitan majalah GENTA yang ditulis oleh Surtikanti dipilih sebagai objek kajian dalam penelitian ini. Alasan pertama adalah bahasa yang digunakan dalam wacan bocah ini mudah dipahami. Wacan Bocah memang ditulis sebagai referensi bacaan yang diperuntukan bagi anak-anak. Di dalamnya ditulis cerita pendek yang menyiratkan tauladan budi pekerti yang baik agar dicontoh oleh anak-anak yang membacanya. Karena merupakan Wacan Bocah, penulisan judulnya pun singkat, jelas dan sederhana. Dalam setiap judul dimuat 1 cerita dengan pilihan kata yang serasi dan sederhana serta mengandung unsur penanda kohesi leksikal yang berupa kolokasi atau sanding kata yang berhubungan dengan judul bacaan tersebut. Agaknya hal tersebut menjadi alasan yang kedua mengapa wacan Bocah dipilih sebagai objek kajian wacana dalam penelitian ini.
Referensi Wacan Bocah yang menjadi kajian dalam penelitian ini terdiri dari 8 edisi yang berbeda namun ditulis oleh satu pengarang yang sama yaitu Surtikanti. Wacan Bocah diambil dari GENTA edisi No. 134/Tahun VI/05-19 November 2009 yang berjudul Juara Kelas, GENTA edisi No. 149/Tahun VII/20 Juni - 04 Juli 2010 yang berjudul Ndaru Ora Bisa Basa, GENTA edisi No. 152/Tahun VII/05-19 Agustus 2010 yang berjudul Ipul Neng Endi?, GENTA edisi No. 150/Tahun VII/05 – 19 Juli 2010 yang berjudul Susure Mbah Dul, GENTA edisi No. 138/Tahun VI/5-19 Januari 2010 yang berjudul Golekan Kayu Randhu, GENTA edisi No. 139/Tahun VI/20 Januari -04 Februari 2010 yang berjudul Dondom Lumpang, GENTA edisi No. 146/Tahun VII/05-19 Mei 2010 yang berjudul Si Malin Kundang dan GENTA edisi No. 155/Tahun VII/20 September – 04 Oktober 2010 yang berjudul Artis Kethoprak.
Kedelapan edisi Wacan Bocah yang dipakai sebagai objek kajian wacana dalam penelitian ini memang sengaja tidak diambil dari delapan edisi yang berurutan namun memilih edisi Wacan Bocah yang ditulis oleh satu pengarang. Penelitian menekankan pada pilihan kata sederhana yang dipakai oleh pengarang yang mengandung penanda kohesi Leksikal berupa kolokasi atau sanding kata.

            C.    ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Kolokasi adalah asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan kata dan kata tersebut cenderung digunakan secara berdampingan (bersanding). Dalam wacana wacan bocah karya Surtikanti ini memang mayoritas bertema pendidikan karena dimuat dalam majalah GENTA yaitu salah satu majalah pendidikan, karena tema atau topik pembicaraannya mengenai pendidikan, maka pilihan kata-katanya pun (sebagian besar) adalah kata-kata yang mendukung isi cerita tersebut.
Data yang didiperolah dari kedelapan Wacan Bocah karya Surtikanti ini disajikan secara mendetail yang disertai dengan kata-kata yang berkolokasi. Dengan menganalisis satu persatu Wacan Bocah pada tiap edisi, data yang berupa kolokasi atau sanding kata disusun berdasarkan dengan jumlah kolokasi yang lebih dominan ke kolokasi yang kurang dominan. Berikut adalah data kata-kata yang berkolokasi yang terdapat pada masing-masing Wacan Bocah karya Surtikanti.


1.      GENTA Edisi No. 134/Tahun VI/05-19 November 2009 yang berjudul “Juara Kelas”
·         Domain pendidikan
Kolokasi : sekolahe, kelase, pelajaran, ulangan agama, biji, juara kelas, njaplak, nggarap, sinau, sregep, guru, ngrepek, pinter, juara kelas, juara siswa teladan.
·           Domain sifat
Kolokasi : nakal, nggrathil, rame, kuminter, pinter, ngisin-isini, anteng, lantip, sregep, wedi, bungah
·         Domain kekerabatan
Kolokasi : bapak, ibu, bulik.
·         Domain suasana hati
Kolokasi : pegel atine, anyel, gumun, bungah, meri.

2.      GENTA Edisi No. 149/Tahun VII/20 Juni - 04 Juli 2010 yang berjudul “Ndaru Ora Bisa Basa”
·         Domain Pendidikan
Kolokasi : bahasa Jawa, pelajaran, bahasa Inggris, kelas enem, nyinau, kelas, sregep, SMP, guru, disinau, bahasa Indonesia, krama inggil, dhosen, sekolah, kantor, nulis, aksara Jawa, nembang Jawa, ngoko, madya, kelas akalih, kelas tiga, SD, andhap asor, diwulang.
·         Domain Kekerabatan
Kolokasi : mbakyune, ibu bapak, pak puh, eyang, ibune, eyange, bupuh, bulik, paklik, mbake.
·         Domain bahasa Jawa
Kolokasi : basa Jawa, nulis aksara Jawa, nembang Jawa, ngoko, madya, krama, krama inggil, andhap asor.

3.      GENTA Edisi No. 152/Tahun VII/05-19 Agustus 2010 yang berjudul “Ipul Neng Endi?”
·         Domain Sifat
Kolokasi : isin, wedi, ngemong, rewel, kendel, anteng.
·         Domain Pendidikan
Kolokasi : sekolahan, sekolah, SD, sasekolahan, kelas telu, kelas siji, kelas loro, gurune, eSDe.
·         Domain Perasaan
Kolokasi : kawatir, taneg, seneng, anyel, jengkel, lega.
·         Domain kekerabatan
Kolokasi : adhine, ibune.

4.       GENTA edisi No. 150/Tahun VII/05 – 19 Juli 2010 yang berjudul “Susure Mbah Dul”
·         Domain Sifat
Kolokasi : mbethik, cengkre, clinthisan, dijaragi, getem-getem,mesakake, kemaki.
·         Domain Usia
Kolokasi : enom, tuwa
·         Domain Kekerabatan
Kolokasi: mbahe, anake, pake, yu.

5.      GENTA edisi No. 138/Tahun VI/5-19 Januari 2010 yang berjudul “Golekan Kayu Randhu”
·         Domain Sifat
Kolokasi : pengin, wani, menik-menik, apik, welas, nelangsa, tresna, alus, ayu.
·         Domain Pakaian
Kolokasi : klambi, pipihan jarit, dikembeni, slendhang.

·         Domain Perdagangan
Kolokasi : toko, pasar, dagangan, adol, tuku, bakul, murah, rega, dhuwit.
·         Domain Menimang
Kolokasi : nglela, ngudang, nggendhong, tangan
·         Domain kekerabatan
Kolokasi : simbah, kakang, adhine, bapak, ibu, anak.
·         Domain mulut
Kolokasi : gunem, ngguyu, diambungi, uni, diceluk, wangsulan.

6.      GENTA edisi No. 139/Tahun VI/20 Januari -04 Februari 2010 yang berjudul “Dondom Lumpang”
·         Domain kerajaan
Kolokasi : Sri Sultan, bebana, pidana, Gusti, kawula, taman sari,  kraton, punggawa kraton, prajurit, paduka
·         Domain jahit
Kolokasi : dondom, plintir, benang, njlumat.

7.      GENTA edisi No. 146/Tahun VII/05-19 Mei 2010 yang berjudul “Si Malin Kundang”
·         Domain maritim
Kolokasi : pesisir, segara, nahkoda kapal dagang, plabuhan, kapal, playaran, bajak laut, sakapal, kapal dagang, layar, angin barat.
·         Domain kekerabatan
Kolokasi : anak, bapake, bojo, ibu, mantu

8.      GENTA edisi No. 155/Tahun VII/20 September – 04 Oktober 2010 yang berjudul Artis Kethoprak.
·         Domain Pendidikan
Kolokasi : rengking, guru, SMP, SD, murid, kepala sekolah, mbiji, kelas papat.
·         Domain Bakat
Kolokasi: nari, main kethoprak, pinter pidato, juara badminton, wasis baca puisi, solahe luwes, prigel, gampang dilatih, lomba.
·         Domain Pentas Seni
Kolokasi : kethoprak, tari-tarian klasik
·         Domain Pentas Ketoprak
Kolokasi : lakon, penonton, artis, akting, skenario, panggung, nyandiwara.

D.  PRESENTASE KOLOKASI YANG BERUPA TABEL

Sajian tabel dibawah ini menjelaskan seberapa banyaknya peluang dari masing-masing domain yang sering digunakan oleh penulis dalam karyanya yang dimuat oleh majalah Genta.

No
Domain
Jumlah
Presentase
1
Kekerabatan
6
21%
2
Pendidikan
4
14%
3
Sifat
4
14%
4
Suasana hati
1
3,6%
5
Bahasa Jawa
1
3,6%
6
Usia
1
3,6%
7
Perasaan
1
3,6%
8
Pakaian
1
3.6%
9
Perdagangan
1
3,6%
10
Menimang
1
3,6%
11
Mulut
1
3,6%
12
Kerajaan
1
3,6%
13
Jahit
1
3,6%
14
Maritim
1
3,6%
15
Bakat
1
3,6%
16
Pentas seni
1
3,6%
17
Pentas kethoprak
1
3,6%

Total
28
99,4%


  1. KESIMPULAN

Dari pengamatan, pendataan dan analisis yang telah dilakukan terhadap delapan judul Wacan Bocah karya Surtikanti yang dimuat di majalah GENTA. Maka dapat disimpulkan bahwa :
1.        Wacan Bocah merupakan suatu wacana yang menjadi salah satu rubrik dalam majalah GENTA, dimana wacana tersebut ditujukan untuk bacaan anak-anak, maka pilihan kata dalam susunan kalimatnya mudah dipahami. Bahasa yang digunakan adalah bahasa tutur sehari-hari yang mudah diterima dan diterna oleh anak-anak atau pembacanya.
2.        Dalam pengamatan yang dilakukan kami menemukan beberapa sanding kata atau kolokasi didalam wacana tersebut. Kolokasi yang terdapat didalamnya pun juga berhubungan dengan tema wacana tersebut, seperti yang telah dipaparkan diatas. Dari kedelapan judul wacan bocah yang dianalisis dapat ditarik kesimpulkan sebagai berikut :
a.       GENTA Edisi No. 134/Tahun VI/05-19 November 2009 yang berjudul “Juara Kelas” terdapat 4 kolokasi diantaranya domain pendidikan, sifat, kekerabatandan suasana hati.
b.      GENTA Edisi No. 149/Tahun VII/20 Juni - 04 Juli 2010 yang berjudul “Ndaru Ora Bisa Basa” terdapat 3 kolokasi yaitu tentang pendidikan, kekerabatan dan bahasa Jawa.
c.       GENTA Edisi No. 152/Tahun VII/05-19 Agustus 2010 yang berjudul “Ipul Neng Endi?” terdapat 4 kolokasi diantaranya domain tentang sifat, pendidikan, perasaan, kekerabatan.
d.      GENTA edisi No. 150/Tahun VII/05 – 19 Juli 2010 yang berjudul “Susure Mbah Dul” ditemukan kolokasi sebanyak tiga buah yaitu yang domain tentang sifat, usia dan kekerabatan.
e.       GENTA edisi No. 138/Tahun VI/5-19 Januari 2010 yang berjudul “Golekan Kayu Randhu” banyak ditemukan kolokasi diantaranya domain tentang sifat, pakaian, pardagangan, menimang, kekerabatan dan mulut.
f.       GENTA edisi No. 139/Tahun VI/20 Januari -04 Februari 2010 yang berjudul “Dondom Lumpang” di dalamnya terdapat 2 kolokasi yaitu domain kerajaan dan jahit.
g.      GENTA edisi No. 146/Tahun VII/05-19 Mei 2010 yang berjudul “Si Malin Kundang” terdapat dua kolokasi yaitu domain maritim dan kekerabatan.
h.      GENTA edisi No. 155/Tahun VII/20 September – 04 Oktober 2010 yang berjudul Artis Kethoprak.”  Di dalamnya terdapat 4 kolokasi yang domainnya adalah pendidikan, bakat, pentas seni dan pentas kethoprak.



DAFTAR PUSTAKA

GENTA edisi No. 134/Tahun VI/05-19 November 2009
GENTA edisi No. 149/Tahun VII/20 Juni - 04 Juli 2010
GENTA edisi No. 152/Tahun VII/05-19 Agustus 2010
GENTA edisi No. 155/Tahun VII/20 September – 04 Oktober 2010
GENTA edisi No. 150/Tahun VII/05 – 19 Juli 2010
GENTA edisi No. 138/Tahun VI/5-19 Januari 2010
GENTA edisi No. 139/Tahun VI/20 Januari -04 Februari 2010
GENTA edisi No. 146/Tahun VII/05-19 Mei 2010
Sumarlam, dkk. 2009. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta : Pustaka Cakra
www.google.com/ analisis wacana dri aspek leksikal, diakses 26 November 2011. 11.32 am




                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar